Kulakan

Kulakan= bahasa jawa dari beli barang dalam jumlah besar untuk dijual lagi. Saya ngga tau apa bahasa indonesianya yang tepat dan singkat.

Alkisah, saya menghabiskan 4 hari dalam seminggu liburan saya untuk kulakan ke jakarta bersama cece. Ini adalah kulakan ke empat ke jakarta semenjak saya kembali ke Singapore untuk nerusin sekolah.

Kulakan ke Jakarta, merupakan salah satu dari “big things” yang saya lakukan dalam hidup saya. Mungkin terdengar errr, kan gampang tinggal ke jakarta aja emangnya kenapa gitu lho..hehe..but it’s indeed true. It’s a big things in my life.

Yang pertama, kami tumbuh di sebuah kota kecil d jawa timur. “Jakarta” merupakan tempat yang muncul di perkataan dan joke kami sebagai nirvana tempat segala hal-hal modern, pendidikan terbaik, industri-industri dan pekerjaan yang bergaji tinggi, barang-barang kelas satu, pokoknya itu tempat keren! “Gak ana d kene, nang jakarta kono ono e”

Namun nama Jakarta juga muncul dalam joke2 yang bernada negatif dan saat kami mensyukuri kehidupan di kota kecil. “untung di mojokerto, liaten jakarta muacet puol gt, “wew, medheni yo akeh bom ngono d jakarta”,”ya ampun, jambret e nguawur”, “wih, kotane rungsek pol ya!”

Pengenalan kami akan “Jakarta” yang kedengarannya bak nirwana sekaligus neraka itu, memberi kesan misterius tersendiri akan Kota Jakarta, Ibukota negara Indonesia ini. Jadi, pergi kulakan ke Jakarta rasanya melakukan sesuatu yang besar karena kami mencapai tempat “itu” yang banyak dibicarakan orang.

Yang kedua, sebagai pengusaha baju lokal, salah satu topik yang sering dibicarakan di rumah dan tempat kerja adalah merk baju-baju tersebut tentu saja. ” Domino (merk kaus anak2) baru keluar model baru. De mode (merk pakaian remaja) sudah habis, Zufano( jeans anak) harga lagi turun”. Penggunaan majas metonimia yang tak berkesudahan inilah yang membuat kami sangat familiar dengan merk2 tersebut dan membuatnya merupakan bagian dari hidup kami.

Kulakan ke Jakarta, berarti kulakan ke supplier pusat yang memproduksi merk-merk tersebut. Di sana, ide-ide design dibikin, kain diukur, dipotong, dijahit, dan dipasarkan untuk pertama kalinya. Fresh from the factory!

Di Jakarta lah, kami berjumpa dengan toko-toko yang bernama merk2 di atas. Di tempat kulakan itu lah kami bertemu simbol yang dulunya hanya sebatas label dan harga termanifestasi menjadi sesuatu yang lebih nyata, yaitu toko dan pemiliknya. Kami melihat dengan mata kepala sendiri bagian besar dari hidup kami yang dulu terasa begitu jauh.

Kami bertemu pemilik-pemilik toko yang sudah menghasilkan karya yang mempengaruhi hidup banyak orang di Indonesia (entah sadar atau tidak). Merekalah yang secara kolektif telah menentukan bahwa saat kerah kaus anak laki-laki dibalik, biasanya merk domino muncul dan remaja perempuan di Indonesia sangat mungkin memiliki setidaknya satu kaos bermerk de mode.

Kami membayangkan bahwa pemilik merk2 tersebut tentunya jauh lebih keren daripada supplier yang ada di surabaya. Mungkin mereka punya office, pakai kemeja, celana panjang dan sepatu bagus seperti layaknya orang kantoran.

Namun, kenyataannya…mereka adalah om-om dan tante yang berkaus dan bercelana pendek serta sandal seadanya. Yang nangkring di atas gunungan barang-barang. Di antara pegawai2nya yang sibuk meneriakkan harga kepada pembeli.
Atau koko-koko dan cece-cece yang meloncat ke sana ke mari di stal-stal kecil, mengambil barang, mencatat nota sambil berteriak ke pegawai-pegawai di atap stal. Semuanya dilakukan dengan kecepatan yang luar biasa dan multi tasking yang mengesankan. Tapi, percayalah bahwa di balik penampilan seadanya dan tempat kerja yang amburadul itu, mereka adalah orang2 super tajir dan berpendidikan tinggi.

Pada akhirnya, kami “kulakan till we drop” alias duit tinggal cuman beberapa ratus ribu untuk makan siang, transport ke bandara, makan malam dan airport tax. Dengan segala pengiritan yang dilakukan, akhirnya kami sukses kembali ke surabaya dengan makan junk food 2 kali sehari…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s