Aihhh…

Hmm…lanjutan dari post sebelumnya, saya sedang menghadapi kerikil-kerikil kehidupan (mengurangi sensasi kehebohan, gunung batu doesn’t sound encouraging). Saya berharap saya masih bisa melewati semuanya. Mungkin tidak dengan sangat baik, tapi setidaknya masih bisa lewat.

So….saya sudah memutuskan bahwa saya akan tetap melanjutkan Phd. Alasannya:

1. Jika ditanya apakah Phd merupakan salah satu hal yang ingin saya lakukan dalam hidup saya? Jawabannya kok iya. Klo ditanya kebalikannya, apakah hal yang ingin saya lakukan dalam hidup? Kok salah satu jawabannya adalah research. Nah, klo research memang tidak selalu harus jadi Phd, tapi salah satu jalan yang sedang saya tempuh sekarang emang Phd. Saya kaga peduli soal titel seh, mo jadi Dr Olivia (moga-moga bisa) di research centre atau Tacik Olivia di toko baju buat saya sama saja. Saya ya saya, bisanya ya gini-gini ini. Kaga hebat-hebat amat di lab maupun di toko, cmn klo kerja ya yang penting niat aja dan mau belajar.

Jadi, secara general saya masih ingin research untuk saat ini. Jika Phd adalah jalan yang sedang dibukakan, ya sudah kudu dilakoni dan dipertahankan mang. Okay Oliv??

2. I have promised my Prof to pursue Phd. I can’t quit just like that due to this promise. Challenges will keep on coming along the way. So, this event is one of the challenges that I need to face as the consequence of pursuing Phd and I do really hope that I can pass this event.

Jadi kesimpulannya saya masih akan berusaha tetap melanjutkan Phd. 🙂

Keputusan sudah dibuat, maka secara praktek prioritas memang harus dishift. Jadi prioritas saya sekarang setelah keluarga, Phd, lalu toko. Sebelumnya, prioritas saya setelah keluarga adalah toko, lalu baru Phd. Agak salah mang dari awal, namun saya juga baru nyadar barusan bahwa toko tidak sama dengan keluarga meski berhubungan. Sekarang adalah saat2 yang cukup memusingkan buat saya karena saya harus mengatur jadwal sedemikian rupa sehingga bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan menyelesaikan tanggung jawab Phd. Secara praktikal saya masih belum menemukan plan yang kira2 bisa ok untuk diterima kedua pihak. =.=

Anw, thank you buat pacar yang masih mendukung meskipun sibuk!!  Yey 🙂

Advertisements

Encouragement from Above?

Dear Colleagues and Students,

We are pleased to announce that the team comprising of Ady Suwardi, Telly Herawati Hartono and Olivia Wijaya has emerged the winner of Ian Ferguson Innovation Challenge 2011.

Saya mendapatkan berita setelah saya literally “menangis” sehabis diskusi dengan Profesor saya karena akan minta cuti. Saya benar-benar jadi senang setelah mendengar berita itu. God really2 has brighten my day! 🙂

Thank you very much to my dear group members!!! I am very glad to know you all. 🙂

But the question remains…shall I continue Phd??

Another crossroad

Kelangsungan kehidupan bersekolah saya sekali lagi menghadapi gunung batu yang gede. T.T Kisahnya kira-kira mirip dengan yang terjadi pada saat saya masih final year. Salah satu anggota keluarga saya ada yang sakitnya agak parah dan saya mungkin perlu pulang untuk merawat sekaligus mungkin take over kerjaan di toko. Phew…Saya sudah prepare akan risiko adanya hari ini semenjak saya masuk Phd. Namun, saya tidak menyangka akan datang begitu cepat dan tiba-tiba. Well…siapa juga yang siap seh sebenernya saat cobaan tiba-tiba datang.

It’s another crossroad for me. Peristiwa ini menimbulkan refleksi pada diri saya, apakah Tuhan masih mau saya meneruskan Phd? Atau sebenarnya saya memang disuruh melakukan hal yang lain? Peristiwa ini datang saat Phd saya dalam masa agak kelam juga, jadi spirit saya memang lagi lumayan down. Saat ditambah dengan peristiwa ini, rasanya memang quit Phd is a good choice. Bagaimana dengan convert ke Master saja? Belum bisa juga saat ini karena result saya belum cukup. Tampaknya solusi yang paling masuk akal saat ini adalah take a break dulu lalu melihat situasi. Namun, saat ini saya masih belum bisa memutuskan apa-apa. I will just keep praying.

Periode ini adalah periode di mana saya harus belajar untuk berjalan selangkah demi selangkah bersama Tuhan. Saya tidak bisa merencanakan akan di manakah saya 2 minggu lagi. Masi di Singapura untuk ngebut eksperimen kah? Atau akankah saya ada di Indonesia untuk melakukan hal-hal yang lain? Jalan manapun yang harus terjadi, saya akan lalui. Parameternya adalah kondisi keluarga saya. Kemarin, papa saya menelepon menyuruh pulang. Jadi, bisa dibilang sekarang memang saya cenderung pulang Indonesia dan mengambil cuti.

~Another crossroad~